Pages

Monday, November 13, 2006

290204


Sejak 29 Februari 2004 kita menyebut kmosSASAK adalah sebuah mimpi, harapan, dan kemarin sebelum fajar adalah sebuah rencana masa depan. Masih tertatih untuk belajar, masih belajar lepas dari tetek bunda pertiwi, bahkan terlalu telat belajar merangkak.

Aku tau, kita bukanlah sekumpulan PECUNDANG…! Tapi aku merasa kita adalah sekumpulan SATRIA yang belum juga mengerti medan perang. Ada yang salah dengan kita, atau seharusnya kita saling menyalahkan….? Semua-nya kini terasa sangat KABUR.

Kita telah berdiri disini kawan sangat dekat dengan ujung waktu yang pernah kita harapkan. aku sudah sangat malas bermimpi, berharap, bahkan merencanakan sesuatu, apa-apa yang aku lakukan mengalir begitu saja, terkadang aku takut terpejam dimalam hari, aku takut bermimpi kawan. Hhhh apalagi berharap. Entah, mungkin hanya perasaan-ku, aku terlalu rapuh.

Waktu tidak akan dapat di putar kembali, kita tidak akan mungkin seperti masa-lalu… kita berada pada masa ini dimana kita dihadapkan pada pilihan untuk mempertahankan dan memperjuangkan apa-apa yang pernah menjadi mimpi, harapan dan cita-cita atau mari kita lupakan saja.......................

Diam-diam sering aku lupa nama-nama kalian, bahkan sering pula lupa kalau kita berteman dan pernah dalam mimpi yang sama.

Some one like a JANUS…………….

-Xf, was called datoe-

About Us


Kebosanan pada ritual keseharian yang terus saja kami (Datoe Barock; Aulia Guevara; Aga Bergas; Arja The Kill dan Avenx Se’) lakukan, membawa kami ke-sebuah diskusi kecil, sebuah obrolan atau bahkan bualan ala mahasiswa yang ingin merubah nasib-nya di masa yang akan datang, ada banyak harapan (mimpi lebih tepatnya) yang saling kami lontarkan, yang pada akhirnya menjadi sebuah tekad bulat kami bersama.

Kami sadar, ini adalah sebuah permulaan kecil dari sebuah langkah besar yang ingin kami lakukan, satu tekad bulat yang kami tanamkan pada diri-kami adalah “kami telah bosan gagal” (ada terlalu banyak alasan kenapa ungkapan itu terkuak kepermukaan).
Kami-pun memulai langkah kecil kami dengan memikirkan sebuah nama, awalnya tercetus ide untuk menamakan kelompok kami dengan “blind-chex” (cecak, sasak language), dengan berbagai filosofis yang kami buat belakangan, namun ternyata nama yang kami gunakan telah digunakan oleh kelompok lain.

Kami ingin sesuatu yang telah, sedang dan akan kami lakukan adalah sebuah ide murni dengan mengandalkan “originalitas ide”, walaupun kami tidak begitu paham dengan originalitas!.

Dengan berbagai pertimbangan, diskusi dan pemikiran yang njelumet ribet yang kami sendiri semakin bingung, kami-pun menemukan sebuah nama yang kami anggap paling pas untuk kami, yaitu KMOSSASAK (senyum orang Lombok), di singkat KMOSAK; masing-masing dari kepanjangan dan singkatan memiliki makna yang kami rencanakan.
KMOSSASAK yang lebih berarti senyum orang-orang sasak (suku asli Lombok), kami ingin ramah dan membuat orang disekitar kami merasa nyaman, dimanapun kami berada.
KMOSAK adalah sebuah peralatan tradisional Lombok yang terbuat dari bambu untuk menyaring beras sebelum dimasak, keberadaan dan penggunaan kmosak berlahan musnah oleh perkembangan zaman. Kami terlahir sebagai orang timur memiliki tanggung jawab moral pada kelestarian budaya timur, dari segi makna kami menggunakan kmosak sebagai simbol dengan pe-makna-an, bahwa fungsi kmosak yang begitu murni yaitu mengambil sesuatu yang terbaik dari hal-hal pokok yang baik.
Yang selanjutnya seiring dengan perjalan waktu dan kepentingan, beberapa rekan seperti Amdie, Ya2n, Afif, Bojes dan beberapa rekan lain kami libatkan, dengan tetap mempertimbangkan misi dan visi kami membentuk KMOSSASAK, dan kami sepakat melabeli diri dengan sebutan “SEMETHON” (saudara)